Tuesday, July 15, 2014
Sunday, July 13, 2014
Orang Linglung Kemalingan
Aziz adalah seorang tua yang ling lung. Ia adalah pensiunan eksekutif suplier office boy untuk beberapa buah perusahaan asing. Ia hidup sendirian setelah ditinggal istri dan anak-anaknya.
Saturday, July 5, 2014
Cara Bingung Memilih Calon Presiden
Sebelum Anda saya bikin semakin bingung
Coba lah untuk berjalan-jalan ke pasar besok pagi
Dan perhatikan pengemis bodong yang memelas
Mengulurkan tangan berharap belas kasihan dari Anda
Itulah naluri dasar manusia
Yang ingin mendapatkan simpati dari orang lain
Teknik dasar untuk memancing manusia lain bersimpati kepadanya
Demi keuntungan belaka
Itu adalah contoh berpolitik yang paling gamblang
Bukannya bermaksud merendahkan pemilihan Presiden
Karena beda dengan ilustrasi di atas
Baik kondisi, dampak dan status sosial mereka di tengah masyarakat
Akan tetapi, coba Anda pakai nalar, baik Presiden atau rakyat jelata
Membutuhkan "belaian" dari Anda
Sama bukan?
Tentu, risiko menjadi Presiden sangat tinggi dibanding rakyat kecil
Namun imbalannya mendapat belaian (baca : dukungan) ratusan juta orang dari penjuru negeri
Jika Anda perhatikan marketing politik yang digunakan para calon Presiden
Anda akan menemukan sendiri fakta alamiahnya
Betapa sebenarnya tidaklah mungkin calon Presiden
Membuat dan merancang sendirian
Strategi, rayuan, trik dalam merayu pemilih
Untuk memilih dirinya (juga kepentingan orang-orang di sekitarnya)
Mikir!!
Masih ingat Cak Lontong?
Jadi kalau memilih Presiden
Lihat orang-orang di belakangnya
Yang akan mengendalikan Presiden terpilih nantinya
Yang juga akan mempengaruhi nasib Anda
Siapa mereka? Keuntungan besar apa yang mereka dapat jika dekat2 Presiden mulai sekarang?
Keuntungan mereka boleh jadi kerugian Anda di masa depan
Oleh sebab itu berpikirlah sedikit
Apakah negara (keluarga) Anda nantinya
Akan bertambah miskin atau kaya
Lihat dan pandanglah anak-anak Anda ketika terlelap tidur
Lalu pandanglah pendukung-pendukung Presiden yang ada di TV
Orang-orang yang berada di dekat Capres itu
Yang bersorak-sorak kegirangan supaya Anda terpengaruh
Yang menganggap Anda bodoh dan gampang ditipu
Pikirkan nasib anak-anak Anda!
Dan pilihlah Presiden yang kira-kira
Akan menguntungkan Anda sekeluarga di masa depan...
Selamatbingung memilih....!
Coba lah untuk berjalan-jalan ke pasar besok pagi
Dan perhatikan pengemis bodong yang memelas
Mengulurkan tangan berharap belas kasihan dari Anda
Itulah naluri dasar manusia
Yang ingin mendapatkan simpati dari orang lain
Teknik dasar untuk memancing manusia lain bersimpati kepadanya
Demi keuntungan belaka
Itu adalah contoh berpolitik yang paling gamblang
Bukannya bermaksud merendahkan pemilihan Presiden
Karena beda dengan ilustrasi di atas
Baik kondisi, dampak dan status sosial mereka di tengah masyarakat
Akan tetapi, coba Anda pakai nalar, baik Presiden atau rakyat jelata
Membutuhkan "belaian" dari Anda
Sama bukan?
Tentu, risiko menjadi Presiden sangat tinggi dibanding rakyat kecil
Namun imbalannya mendapat belaian (baca : dukungan) ratusan juta orang dari penjuru negeri
Jika Anda perhatikan marketing politik yang digunakan para calon Presiden
Anda akan menemukan sendiri fakta alamiahnya
Betapa sebenarnya tidaklah mungkin calon Presiden
Membuat dan merancang sendirian
Strategi, rayuan, trik dalam merayu pemilih
Untuk memilih dirinya (juga kepentingan orang-orang di sekitarnya)
Mikir!!
Masih ingat Cak Lontong?
Jadi kalau memilih Presiden
Lihat orang-orang di belakangnya
Yang akan mengendalikan Presiden terpilih nantinya
Yang juga akan mempengaruhi nasib Anda
Siapa mereka? Keuntungan besar apa yang mereka dapat jika dekat2 Presiden mulai sekarang?
Keuntungan mereka boleh jadi kerugian Anda di masa depan
Oleh sebab itu berpikirlah sedikit
Apakah negara (keluarga) Anda nantinya
Akan bertambah miskin atau kaya
Lihat dan pandanglah anak-anak Anda ketika terlelap tidur
Lalu pandanglah pendukung-pendukung Presiden yang ada di TV
Orang-orang yang berada di dekat Capres itu
Yang bersorak-sorak kegirangan supaya Anda terpengaruh
Yang menganggap Anda bodoh dan gampang ditipu
Pikirkan nasib anak-anak Anda!
Dan pilihlah Presiden yang kira-kira
Akan menguntungkan Anda sekeluarga di masa depan...
Selamat
Tuesday, July 1, 2014
Hubungan Manfaat Puasa dan Angry Bird
Sebelumnya, kami ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa
Sekali setahun, umat Islam yang beriman wajib melaksanakannya
Sekali setahun, umat Islam yang beriman wajib melaksanakannya
Wednesday, June 25, 2014
Kata-kata Cinta Cak Lontong di "TTM" dan Doa Sufi Perempuan
Peribahasa Cak Lontong berkaitan dengan TTM : Menohok kawan seiring berakhirnya lagu maka selesai sudah pertemuan kali ini. Kadang-kadang yang namanya TTM itu berakhirnya bisa seperti lagu. Lagu itu bisa tidak berakhir kalau dinyanyikan berulang-ulang. Artinya kapan lagu itu berakhir hanya si penyanyinya yang tahu.
Monday, June 23, 2014
Thursday, June 19, 2014
Black Campaign Pekerjaan Manusia Gagal
Black Campaign atau Kampanye Hitam sebenarnya tidak tumbuh dari budaya kita. Peribahasa Cak Lontong : Bagai musang berbulu, dicukur malah lebih keren.
Bawaslu Omong Doang?
Pemilu di Indonesia sudah diadakan 11 kali. Sedangkan Pemilu pertama diadakan tahun 1955. Kalau ada orang bodoh sok pintar mengatakan bahwa kita harus belajar demokrasi kepada Amerika Serikat itu jelas salah besar. Amerika yang harus belajar kepada kita. Mengapa? Negara paling demokratis itu Indonesia.
Tahun 1955, kita mengadakan Pemilu paling demokratis di seluruh dunia. Tanpa kecuali, termasuk kaum wanita ikut memilih. Di AS, sebelum tahun 1960 wanita tidak punya hak suara, plus selain kulit putih juga tidak punya hak suara. Kita di tahun 1955 semua diberi hak suara.
Jadi, kita lah yang hebat dalam melaksanakan demokrasi, demikian pendapat Cak Lontong ILK 19 Juni 2014.
Peribahasa selanjutnya, Berani karena takut benar-benar salah. Mengapa Napoleon Bonaparte jatuh? Karena bangkunya ada yang ngambil waktu itu Indonesia meledak akibat gunung Tambora meletus.
Ada dua hal yang dicatat Cak Lontong berkaitan dengan black campaign di media sosial :
- Tidak ada tweet yang negatif di Facebook
- Cak Lontong tidak bisa mendapat berita apa pun dari media online. Sebab dihubungi susah, online terus sihhh.
Pribahasa : Dalam laut siapa tahu dapat diduga dalam hati. Malu bertanya kapan jawabnya.
Berikut petikan kesimpulan Kang Maman :
Sungguh, lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals cocok sekali dengan apa yang menjadi topik terhangat tahun ini : Black Campaign. Judul lagu : Sumbang
Lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita.........................pelaku adalah setan-setan politik. Maling teriak maling, tikam dari belakang, sibuk nyari kambing hitam.
Sosok yang dikampanyehitamkan adalah saudara sebangsa. Sadarkah orang sombong itu merendahkan orang lain sehingga ia merasa lebih tinggi dan sok ingin hidup selamanya?
Para pelempar sampah ke halaman orang lain, biasanya pemilik sampah yang rumahnya tidak mampu lagi menampung sampah di rumahnya.
Richard Nixon : Daripada menjadi tukang fitnah, lebih baik menyikat lantai atau mencuci pistpot, karena itu sama mulianya dengan menjadi Presiden. FOTO TUKANG FITNAH ATAU PELAKU BLACK CAMPAIGN TIDAK BERHAK ADA DI BLOG INI!!!.
Kalau cewek secantik ini adalah penduduk asli Indonesia Lawak Klub hahahah
Subscribe to:
Posts (Atom)
