Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts
Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts

Sunday, April 17, 2016

Kata Mutiara dari Permainan atau Pemain Catur

Permainan catur sesungguhnya adalah sebuah perlombaan (mencapai atau mendapatkan kemenangan paling dahulu), bukan olah raga. Sebagai sebuah permainan, ia menghasilkan ucapan ucapan atau kata mutiara yang dapat diterapkan dalam kehidupan :

Wednesday, June 25, 2014

Kata-kata Cinta Cak Lontong di "TTM" dan Doa Sufi Perempuan

Peribahasa Cak Lontong berkaitan dengan TTM : Menohok kawan seiring berakhirnya lagu maka selesai sudah pertemuan kali ini. Kadang-kadang yang namanya TTM itu berakhirnya bisa seperti lagu. Lagu itu bisa tidak berakhir kalau dinyanyikan berulang-ulang. Artinya kapan lagu itu berakhir hanya si penyanyinya yang tahu.

Friday, June 6, 2014

Siapa Mau Korupsi?

Korupsi muncul dari pelbagai motif. Motif yang berasal dari pria : pria dituntut menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan belanjaan istrinya. Wanita akan dinilai sukses jika mendapatkan pria seperti itu.



Peribahasa Cak Lontong berkaitan dengan korupsi : Maling teriak, maling lain dengar gak? Artinya maling dalam hal ini koruptor, ketika ditangkap dan disiarkan, maling lain pura-pura tidak mendengar apalagi statusnya masih belum ketauan.

Peribahasa kedua : Musuh dalam selimut tak kelihatan gara-gara semut di pelupuk mata. Kan kasihan gajah yang di seberang lautan sana. 

Hasil survey Cak Lontong terhadap 95 responden :
Apakah anda benci korupsi? 90 benci dengan korupsi sedangkan 5 mendukung......yang benci korupsi
Apakah Anda setuju koruptor dimiskinkan? Satu menjawab setuju, yang 99 tidak setuju, mengapa? karena yang 99 setuju kalau koruptor dihukum mati.  Setelah itu Cak Lontong mengadakan survey di Tiongkok dengan pertanyaan yang sama : jawabannya, tidak satupun di antara meraka yang setuju jika koruptor dihukum mati. Masalahnya yang disurvey adalah para koruptor. 

Jadi jika memang nantinya ada hukuman dimiskinkan dan hukuman mati, apakah Anda masih mau korupsi?



Tuesday, June 3, 2014

Makanan Kemasan : Enak Di Mulut Bahaya di Perut

Cak Lontong : Definisi Makanan : Segala sesuatu yang bisa dimakan, sedangkan minuman adalah segala sesuatu yang bisa diminum. Jadi kalau ada pisang goreng jatuh, nasi tumpeng tumpah di tol. 

Sebelum membahas makanan sehat, orang harus memperhatikan akhlaknya jika menghadapi makanan. Soalnya, zaman sekarang ada orang makan semen, besi, aspal dll. Cara mencgah anak jajar di depan rumah adalah, rumah dihadapkan ke belakang, jadi anak gak jajan di depan rumah.

Tips membeli makanan kemasan, contoh : misalnya tanggal expired 20 Juni 2014, maka di awal bulan Juni jangan dibeli, tapi dijual hehehe.

Survey Cak Lontong terhadap 100 pedagang gorengan, ternyata tidak satupun pedagang rebusan. 

Berkaitan dengan makanan, ada yang disebut dengan makanan ringan atau snack yang dikemas dengan sangat indah, tapi ternyata tidak ringan. Karena, belanja iklannya saja tahun 2012 mencapai Rp. 2,1 trilyun. Jadi betapa besar target kepada anak-anak untuk makanan kemasan tersebut.

Sebagai konsumen, kita harus menerima kenyataan itu, tetapi menghadapi makanan kemasan, harus diperhatikan 3 hal yang ada dalam tulisan di kemasannya : masa kedaluwarsa, kandungan dan isi zat aditifnya, dan sertifikasi kehalalan produk. Kalau bisa, jangan buang struk belanja jadi jika ada apa-apa dapat dilakukan gugatan.

Sesuai dengan hasil survey tahun 2012 dari 35 % makanan jajanan di sekolah tidak memenuhi syarat, karena mengandung formalin, rodamin dan boraks, yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal anak, dan dalam dosis tinggi bisa mengakibatkan anak mengalami kejang, kencing darah, muntah darah, bahkan kematian.

Untuk menghadapi hal itu, jadikan satu budaya membuatkan bekal sendiri untuk anak ke sekolah dengan dua manfaat : anak akan mendapatkan makanan sehat fresh dan bergizi dna berguna bagi tubuhnya, yang kedua, makanan sehat yang berguna bagi jiwanya yang di dalamnya ada unsur yang tidak mungkin tertulis di kemasan makanan apapun. Unsur cinta orang tua yang dikemas dengan kasih sayang.

Jadi, jangan biarkan anak sejak dini jatuh cinta pada apa yang ada di luar rumah, yang ternyata bisa membahayakan jiwanya. Ikat hatinya untuk selalu pulang ke rumah, bahwa makanan yang dibuatkan ibu bapaknya adalah makanan terlezat di dunia. 

Aku adalaha apa yang aku makan dan makanan terbaik yang berasal dari rumah karena rumahku adalah surgaku.








Monday, May 19, 2014

Indonesia Bingits! Introspeksilah!


Pada episode ILK kali ini ditampilkan video Sacha Stevenson tentang Indonesia :

  1. Kebiasaan makan nasi. Ini dikritik oleh Sacha. Maksudnya apa?  Diganti roti yang ada pengawetnya atau bagaimana? Bagi saya, bukannya membela, tapi makan nasi jauh lebih sehat. Termasuk ketan misalnya. Ubi juga boleh, tapi nasi memberikan kalori dan energi yang cukup untuk orang Indonesia beraktifitas.
  2. Menyediakan uang bila melanggar aturan lalu lintas. Bisa jadi yang ini benar, tapi sebenarnya melanggar lampu lalu lintas atau rambu-rambu bisa mengakibatkan hal yang lebih fatal, yakni kecelakaan.
  3. Minta sumbangan di kasir super market, yang ini gak semua, di Sumatra saya belum pernah jumpa, tidak cukup merepresentasikan Indonesia alias kasuistis.
  4. Menyiram orang ulang tahun dengan kue, air, tepung dan bukannya memberi kado. Nah kebiasaan buruk ini mencerminkan orang gak punya uang untuk memberi kado...pelitnya orang Indonesia sama sahabatnya. Kayaknya yang ini betul, tapi secara statistik tidak cukup mewakili.
  5. Penipuan via SMS seperti Mama Minta Pulsa, tidak hanya terjadi di Indonesia. Buka saja email Anda di Yahoo, perusahaan nomor 2 setelah Google ini malah tidak mampu menahan robot-robot online yang melakukan penetrasi di layanan mail.yahoo nya.
  6. Menggunakan uang untuk menjadi karyawan atau pegawai. Yang ini memang kasus parah, kuncinya di penegakan hukum.
Sacha Stevenson

    Menurut Ronald Surapraja, tinggal di Indonesia itu gampang. Apa buktinya? :
    1. Cari kerja gampang asal koneksi kuat dan uang kuat. Pintar dan trampil nomor sekian
    2. Gampang dengan perizinan
    3. Gampang masuk sekolah, lagi-lagi koneksi.
    4. Mengurus dokumen juga gampang. Pasti ada yang bantu. Calo, joki, mafia semua ada, enak bukan? Bayar Petugas Kerjaan Beres (BPKB)
    5. Harga tenaga kerja murah, di luar negeri padahal mahal.
    6. Gampang sakit jantung, melihat kendaraan melawan arus, parkir semb
    7. Gampang dapat ilmu, sekolah murah, gaji guru sayangnya juga murah
    8. Gampang bepergian, harga tiket murah, harga nyawa juga murah
    9. Gampang dapat makanan, penjual makanan keliling banyak.
    10. Gampang kemalingan alamnya, dan asetnya gampang dijual oknum
    11. Gampang jadi Presiden, bikin partai, ketuanya presiden. (yang ini Ronal maksudnya apa?) President = ketua, buka kamus dunksContoh : Presiden Direktur = Ketua Dewan Dirkeksi
    Puisi Taufik Ismail berjudul "Malu Aku Jadi Orang Indonesia" yang dibacakan tahun 1998 cukup mengungkap kebobrokan di negeri ini yang harus dihindari oleh generasi baru.  Sekarang 16 tahun kemudian di Mei 2014, berubahkah wajah Indonesia?

    Di sosial media, beredar kalimat sederhana seperti :"Masih TK disodomi, SD disodomi dan dipukuli, SMP buat video mesum, SMA tawuran, kuliah dipelonco sampai mati, kerja dan dikasih kuasa, korupsi tak henti-henti, mau ke mana negeri ini.

    Bukan salah rumah jika berdebu, salah penghuni yang tidak mau menyapu. Bukan salah negeri ini bila bobrok, tapi salah penghuninya yang bermental jorok. 

    Sinar matahari masih bersinar, dan masih akan cerah di negeri ini, jika seperti yang ditulis oleh Ismail Marzuki "Indonesia Pusaka" yang dua bait liriknya sering terhapus. 

    Sungguh indah tanah air beta
    Tiada bandingannya di dunia
    Karya indah Tuhan Maha Kuasa
    Bagi bangsa yang memujanya

    Indonesia, Ibu Pertiwi
    Kau kupuja, kau kukasihi
    Tenagaku, bahkan pun jiwaku
    Kepadamu rela kuberi, kuberi dengan cara apa
    Cara sederhana

    Meminjam lirik Ebiet G. Ade : Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini. Negeri ini berusahalah agar dia tersenyum dengan cara yang sangat sederhana pula. Berhenti menebar kebencian, , berhenti menebar amarah, berhenti menebar angkara di sini, di tanah air beta.